Agen Pendeteksi Bom

Di  indonesia sering kali terjadi ledakan bom yang dilakukan oleh para teroris. Bom yang meledak pertama kali di indonesia yang dilakukan oleh para teroris pada 13 september 2000 yang terjadi di lantai parkir Bursa Efek Jakarta. Setelah itu ledakan bom yang paling mengemparkan warga negara indonesia yaitu bom yang terjadi di pulau Bali pada 12 oktober 2002 yang menewaskan lebih dari 200 korban jiwa. Setelah terjadinya ledakan bom, biasanya polisi menggunakan anjing pelacak dan alat pendeteksi logam untuk melacak apakah masih terdapat bom yang belum meledak. Tapi tindakan tersebut sangat beresiko karena bila proses pencarian bom sedang dilakukan ternyata ada salah satu bom yang masih tersembunyi dan meledak maka pihak pelacak bom (manusia) dan anjing pelacak mungkin bisa saja menjadi korban.

Agen pendeteksi bom ini akan lebih bermanfaat untuk menggantikan manusia dan anjing pelacak. Disamping mempercepat proses menemukan bom juga dapat memaksimalkan keamanan karena tidak ada pihak yang terjun langsung ke tempat terjadinya ledakan.

Berikut ini perancangan dari agen pendeteksi bom :

Agen pendeteksi bom

Tipe agen            : pendeteksi bom

Persepsi              : kamera, roda, sensor infra merah, accelerometer, memory,  alat pendeteksi logam, dan sirine.

Aksi                        : berjalan, berbelok, menemukan lokasi bom, menonaktifkan bom

Tujuan                  : keamanan, ketelitian, kecepatan

Lingkungan         :  hotel, restaurant, dan tempat-tempat umum lainnya

Penjelasan :

Agen harus mengetahui tempatnya berada, apa saja yang terdapat di area yang sedang di lacak. Jika daerah yang di lacak sempit  maka kecepatan harus di kurangi agar tidak menabrak tembok. Percepatan itu di dapat dari sensor infra merah dan kamera yang mengambil informasi dari lingkungan sekitar, yang kemudian akan membuat roda untuk berjalan agen dapat diperlambat atau dipercepat. Untuk mengontrol agen agar tidak jatuh saat akan berbelok maka digunakan accelerometer. Untuk menentukan posisi dimana bom berada digunakan alat pendeteksi logam yang sudah terpasang pada agen.

Aksi yang akan dilakukan oleh agen pendeteksi bom kurang lebih sama seperti manusia yaitu agen dapat berjalan dan berbelok, terdapat sensor inframerah yang mengontrol sensor agar tidak menabrak tembok, mempercepat atau memperlambat kecepatan, menemukan lokasi bom dengan menggunakan alat pendeteksi bom dan setelah menemukan bom agen akan memeriksa apakah bom masih aktif atau tidak, jika bom tidak aktif maka agen akan langsung membunyikan sirine tetapi jika bom masih aktif maka agen menonaktifkan bom tersebut dengan menggunakan memory yang sudah ditanamkan program untuk menonaktifkan berbagai macam bom. Setelah bom di netralisir maka agen akan membunyikan sirine. Agen dapat mengenali apakah bom masih aktif atau tidak dengan menggunakan kamera.

Beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai ukuran keberhasilan agen pendeteksi bom tersebut, yaitu :

  • Keberhasilan menonaktifkan bom
  • Minimalisasi biaya dan waktu
  • Maksimumkan keamanan
  • Minimalisasi ledakan bom

Lingkungan yang disediakan untuk agen pendeteksi bom adalah tempat-tempat umum yang sebelumnya telah terjadi ledakan bom ataupun tempat yang dianggap terdapat bom.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. sepp ditunggu aksinya
    btw liat komen terakhir di blog ini,,ane lagi kayanya…:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: